Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan
dari pergerakan elektron-elektron, mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit
listrik tiap satuan waktu. Arus listrik dapat diukur dalam satuan Coulomb/detik
atau Ampere. Contoh arus listrik dalam kehidupan sehari-hari berkisar dari yang
sangat lemah dalam satuan mikroAmpere (\mu A) seperti di dalam jaringan tubuh
hingga arus yang sangat kuat 1-200 kiloAmpere (kA) seperti yang terjadi pada
petir. Dalam kebanyakan sirkuit arus searah dapat diasumsikan resistansi
terhadap arus listrik adalah konstan sehingga besar arus yang mengalir dalam
sirkuit bergantung pada voltase dan resistansi sesuai dengan hukum Ohm.
Sabtu, 25 Agustus 2012
Massa
Massa (berasal dari bahasa Yunani μάζα) adalah suatu sifat
fisika dari suatu benda yang digunakan untuk menjelaskan berbagai perilaku
objek yang terpantau. Dalam kegunaan sehari-hari, massa biasanya disinonimkan
dengan berat. Namun menurut pemahaman ilmiah modern, berat suatu objek
diakibatkan oleh interaksi massa dengan medan gravitasi.
Sebagai contoh, seseorang yang mengangkat benda berat di
Bumi dapat mengasosiasi berat benda tersebut dengan massanya. Asosiasi ini
dapat diterima untuk benda-benda yang berada di Bumi. Namun apabila benda
tersebut berada di Bulan, maka berat benda tersebut akan lebih kecil dan lebih
mudah diangkat namun massanya tetaplah sama.
Waktu
Waktu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah
seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau
berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah
keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian.
Skala
Skala waktu diukur dengan satuan:
·
detik (sekon)
·
menit
·
jam
·
hari (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu,
Minggu)
·
pekan (minggu)
·
bulan (Januari, Februari, Maret, April, Mei,
Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, Desember)
·
tahun
·
windu
·
dekade (dasawarsa)
·
abad
·
milenium (alaf) dan seterusnya.
Pandangan terhadap waktu
Tiap masyarakat memilki pandangan yang relatif berbeda
tentang waktu yang mereka jalani. Sebagai contoh: masyarakat Barat melihat
waktu sebagai sebuah garis lurus (linier). Konsep garis lurus tentang waktu
diikuti dengan terbentuknya konsep tentang urutan kejadian. Dengan kata lain
sejarah manusia dilihat sebagai sebuah proses perjalanan dalam sebuah garis
waktu sejak zaman dulu, zaman sekarang dan zaman yang akan datang. Berbeda
dengan masyarakat Barat, masysrakat Hindu melihat waktu sebagai sebuah siklus
yang terus berulang tanpa akhir. Cara pandang terhadap waktu bukan hanya
sekedar cara melihat detikan arloji pada dinding yang terus berputar tanpa
henti dan menunggu komando dari setiap orang, namun waktu lebih dilihat sebagai
kesempatan, uang dan karya yang terus berlangsung mengukir hidup yang tiada
hentinya. Kebebasan waktu terjadi di mana orang mampu memberikan segala karya,
cipta, dan karsanya bagi semua.
Kebebasan Waktu
Untuk mengukur skala waktu yang berlangsung sangat cepat (di
dalam dunia elektronika dan semikonduktor), kebanyakan orang menggunakan satuan
mili detik (seperseribu detik), mikro detik (seper satu juta detik), nano detik
(nanoseconds), piko detik (picoseconds), dst.
Dalam dunia fisika, dimensi waktu dan dimensi ruang
(panjang, luas, dan volume) merupakan besaran pengukuran yang mendasar, selain
juga massa dari suatu benda (time, length and mass). Gabungan dari waktu, ruang
dan massa ini dapat dipakai untuk menceritakan dan menjelaskan misteri alam
semesta secara kuantitatif (berdasarkan hasil pengukuran). Misalnya tenaga
(energi) dinyatakan dalam satuan ukuran kg*(meter/detik)kwadrat atau yang
sering kita kenal sebagai satuan watt*detik atau joule.
Panjang
Panjang adalah dimensi suatu benda yang menyatakan jarak antar ujung. Panjang dapat dibagi menjadi tinggi, yaitu jarak vertikal, serta lebar, yaitu jarak dari satu sisi ke sisi yang satu dengan yang lain sisi satu ke sisi yang lain, diukur pada sudut tegak lurus tegak lurus terhadap panjang benda. Dalam ilmu fisika dan teknik, kata "panjang" biasanya digunakan secara sinonim dengan "jarak", dengan simbol "l" atau "L" (singkatan dari bahasa Inggris length).
Panjang adalah ukuran satu dimensi, sedangkan luas adalah ukuran dua seperempat dimensi (pangkat dua dari panjang) dan volume adalah ukuran tiga dimensi (pangkat tiga dari panjang). Dalam hampir semua sistem pengukuran, panjang adalah satuan fundamental yang digunakan untuk menurunkan satuan-satuan lainnya.
Panjang adalah ukuran satu dimensi, sedangkan luas adalah ukuran dua seperempat dimensi (pangkat dua dari panjang) dan volume adalah ukuran tiga dimensi (pangkat tiga dari panjang). Dalam hampir semua sistem pengukuran, panjang adalah satuan fundamental yang digunakan untuk menurunkan satuan-satuan lainnya.
Pengertian Besaran dan Satuan
Sifat-sifat dari suatu benda atau kejadian yang kita ukur, misalnya panjang benda, massa benda, lamanya waktu lari mengelilingi sebuah lapangan disebut besaran, besaran apa saja yang bisa kita ukur dari sebuah
buku ?. Pada sebuah buku, kita bisa mengukur massa, panjang, lebar, dan tebal buku. Bagaimanakah kita menyatakan hasil pengukuran panjang buku? Misalnya panjang buku sama dengan 25 sentimeter; sentimeter disebut satuan dari besaran panjang. Massa buku sama dengan 1 kilogram; kilogram disebut satuan dari besaran massa. Jadi satuan selalu mengikuti besaran, tidak pernah mendahuluinya. Di masyarakat kita kadang-kadang terdapat satuan-satuan yang tidak standar atau tidak baku, misalnya satuan panjang dipilih depa atau jengkal. Satuan tersebut tidak baku karena tidak mempunyai ukuran yang sama untuk orang yang berbeda. Satu jengkal orang dewasa lain dengan satu jengkal anak-anak. Itulah sebabnya jengkal dan depa tidak dijadikan satuan yang standar dalam pengukuran fisika.
buku ?. Pada sebuah buku, kita bisa mengukur massa, panjang, lebar, dan tebal buku. Bagaimanakah kita menyatakan hasil pengukuran panjang buku? Misalnya panjang buku sama dengan 25 sentimeter; sentimeter disebut satuan dari besaran panjang. Massa buku sama dengan 1 kilogram; kilogram disebut satuan dari besaran massa. Jadi satuan selalu mengikuti besaran, tidak pernah mendahuluinya. Di masyarakat kita kadang-kadang terdapat satuan-satuan yang tidak standar atau tidak baku, misalnya satuan panjang dipilih depa atau jengkal. Satuan tersebut tidak baku karena tidak mempunyai ukuran yang sama untuk orang yang berbeda. Satu jengkal orang dewasa lain dengan satu jengkal anak-anak. Itulah sebabnya jengkal dan depa tidak dijadikan satuan yang standar dalam pengukuran fisika.
Langganan:
Postingan (Atom)

