Pages

Labels

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan dan Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan dan Penyakit. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Oktober 2012

Gangguan Lensa Mata

Gangguan ini terjadi karena permukaan lensa mata tidak dalam keadaan normal , terlalu cekung , tidak rata , cembung ata lensa tidak bisa lagi melakukan akomodasi artinya otot yang menyusun tidak lagi bisa kontraksi relaksasi.
Karena lensa mata digunakan untuk memfokuskan cahaya yang masuk dari pupil menuju ke retina maka cahaya tidak tepat jatuh di retina ( bintik kuning) . Ketidak tepatan ini menyebabkan cahaya tidak bisa diteruskan oleh baik sel konus (kerucut) maupun sel bacillus(Batang) ke syaraf opticus (syaraf no 2 ) ke otak besar bagian Occipitalis sehingga benda tak terlihat.
Jika kejadiannya sudah demikian maka perlu bantuan kacamata untuk mengatur kembali pemfokusan cahaya sebelum cahaya masuk kemata.OK

Zat Adiktif

ZAT ADIKTIF & PSIKOTROPIKA


Jenis zat
Contoh
Dampak
Stimulan
(perangsang)
Amfetamin (ecstacy), psikotropika
Kokain (narkotika)
Nikotin
Kafein
Percepatan denyut jantung
Pengecilan pupil
Peningkatan gula darah
Merasa terlalu energik ( mampu beraktifitas semalam suntuk )
Dehidrasi, hiperaktif,mual, pusing berlebihan, hilang nafsu makan (ekstacy)
Suka bicara, gembira, cenderung gaduh, gelisah, mual, muntah
Depresan
(penenang)
Heroin (depresan)
Morfin (depresan)
Barbiturat (psikotropika)
Alkohol, sedativa
Penurunan tingkat kesadaran
Merasa mengantuk
Mengurangi stress dan cemas
Perasaan bahagia yang berlebihan(morfin& heroin) nafas pendek, nafsu makan berkurang, lekas lelah
Halusinogen
LSD (psikotropika)
Mariyuana (narkotika)
Ganja (narkotika)
Menimbulkan halusinasi (pengkhayatan semu)
Gembira, tertawa tanpa sebab (sakit jiwa), mata merah, tidak tahan cahaya, sukar tidur, ketakutan, nafas tidak teratur.
Alkohol
Zat adiktif lain yang termasuk depresan
Mengganggu sistem syaraf
Penyakit jantung dan sirosis hati
Tubuh mengalami dehidrasi
Kanker lidah dan kerongkongan

Mal Difusi (Oksigen Macet)

Berikut akan di sajikan bagaimana mengganggunya aliran oksigen untuk difusi alveolus dengan pembuluh darah dalam respirasi eksternal ...karena merokok ( silentium)

Gangguan Sistem Respirasi

KONDISI NORMAL


Gangguan pada alat pernapasan


Kelainan Dan Penyakit Pada Sistem Pernapasan Alat-alat pernapasan merupakan organ tubuh yang sangat penting. Jika alat ini terganggu karena penyakit atau kelainan maka proses pernapasan akan terganggu, bahkan dapat menyebabkan kematian.Berikut akan diuraikan beberapa macam gangguan yang umum terjadi pada saluran pernapasan manusia.
  1. Influenza (flu), penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Gejala yang ditimbulkan antara lain pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal.
  2. Asma atau sesak napas, merupakan suatu penyakit penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan alergi terhadap rambut, bulu, debu, atau tekanan psikologis. Asma bersifat menurun.
  3. Tuberkulosis (TBC), penyakit paru-paru yang diakibatkan serangan bakteri mycobacterium tuberculosis. Difusi oksigen akan terganggu karena adanya bintil-bintil atau peradangan pada dinding alveolus. Jika bagian paru-paru yang diserang meluas, sel-selnya mati dan paru-paru mengecil. Akibatnya napas penderita terengah-engah.

Gangguan Respirasi pada Manusia

Alat- alat pernapasan merupakan organ- organ tubuh yang sangat penting untuk difusi gas gas pernafasan.
  • Tentu karena merupakan sistem organ maka antar organ saling berpadu sinergis membentuk kesatuan keberlangsungan hidup yang baik.
  • Jika salah satu atau lebih organ terganggu karena penyakit atau kelainan maka proses sistem organ pernapasan akan terganggu, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Sistem organ pernafasan ini melakukan tugas di tubuh
  1. menyediakan materi oksigen untuk kegiatan respirasi sel seluruh tubuh .
  2. membuang ekskret CO2 berupa racun dari sel seluruh tubuh ke luar sel hasil sisa oksidasi .
  • Dalam melakukan tugasnya sistem respirasi ini bekerja sama dengan sistem organ lain yaitu sistem transportasi .
  • Karena sering terjadi kejadian sistem respirasi pada manusia ini macet dan menimbulkan kematian maka perlu pemahaman masing specifikasi organ dalam membantu respirasi.

Rabu, 10 Oktober 2012

Ascaris lumbricoides

ROUNDWORM (Ascaris lumbricoides)
Ascaris lumbricoides is one of the most common of the intestinal worms. It is a roundworm and infection with it is called Ascariasis. Children are more frequently and more heavily infected than adults because of their habit of putting all kinds of things into their mouths. If these objects are contaminated with ascaris eggs from human faeces the children swallow the eggs and thus become infected.
The round worm lives in the small intestines. The female lays as many as 200,000 eggs a day. These are passed in stool and develop in the soil. They are then transmitted as follows:

  • Eggs passed out in stool are embryonated in stool before they are infective.
  • The embryonated eggs are carried away from the contaminated place into houses by feet, foot wear or in dust by wind. They also can reach vegetables and fruits
  • A child then eats and swallows food or fruits contaminated with eggs.
  • The eggs hatch into larva in the intestinal canal.
  • The larva penetrates the intestinal wall and reach the liver via the portal system.
  • The larva is then carried to the lungs.
  • In the lungs, they penetrate into the airway and pass via the bronchioli, bronchi, and trachea to the pharynx.
  • They are coughed up and are swallowed a second time, thus returning to the intestinal tract.
  • They then settle into the jejunum where they develop.
  • In two months, they mature as adult worms and can live for about a year.

Cacing Hati - Fasciola hepatica

Trematoda disebut sebagai cacing isap karena cacing ini memiliki alat pengisap.
Alat pengisap terdapat pada mulut di bagian anterior
Alat hisap (Sucker) ini untuk menempel pada tubuh inangnya makanya
disebut pula cacing hisap.
Pasa saat menempel cacing ini mengisap makanan berupa jaringan atau
cairan tubuh inangnya.
Dengan demikian maka Trematoda merupakan hewan parasit
karena merugikan dengan hidup di tubuh organisme hidup
dan mendapatkan makanan tersedia di tubuh inangnya.
Trematoda dewasa pada umumnya hidup di dalam hati, usus,
paru-paru, ginjal, dan pembuluh darah vertebrata .Ternak , Ikan , Manusia
Trematoda berlindung di dalam tubuh inangnya dengan melapisi permukaan
tubuhnya dengan kutikulaPermukaan tubuhnya tidak memiliki silia.
Contoh Trematoda adalah cacing hati (Fasciola hepatica).

Cacing Kremi

Deskripsi cacing Kremi
  • Penyakit akibat cacing kremi dikenal dengan Enterobiasis sebagaimana nama latin cacing kremi yaitu Enterobious vermicularis.
  • Penyebaran cacing kremi lebih banyak terjadi pada daerah dengan hawa dingin.
  • Cacing kremi betina berukuran 8-13 mm x 0,44 mm dengan ekor panjang dan runcing sedangkan cacing kremi jantan berukuran 2-5 mm dengan ekor melingkar (Bayangkan saja seperti parutan kelapa).
  • Daur hidup cacing ini bekisar antara 2 minggu sampai 2 bulan
  • Cacing dewasa dari usus halus pergi ke usus besar kemudian ke anus karena telur telur cacing itu hanya menetas kalau ada OKSIGEN, sehingga diberi nama Oxyuris OK.
  • Di malam hari cacing kremi yang mendekam di usus penderita, biasanya turun ke kawasan dubur untuk bertelur.

Cacing Perut - Ascaris lumbricoides

Cacing Perut (Ascaris lumbricoides)
  • Cacing Perut tergolong dalam kelompok Nemathelminthes (cacing gilig)
  • Ascaris lumbricoides berdasarkan lapisan embryonal pembentuk tubuhnya tergolong organisme Triploblastik Pseudocoelomata (triploblastik yang berongga semu artinya rongga tubuhnya terisi organ organ sehingga tidak mutlak sebagai rongga, seperti yang dijumpai pada Triploblastik coelomata)
  • Sistem pencernaan sudah ada diawali dari mulut dan berakhir di anus namun organ itu berada dalam rongga sehingga ada rongga tetapi digunakan untuk organ sehingga punya rongga tetapi semu (pseudo coelom)
  • Cacing Perut atau yang dikenal dengan sebutan Ascaris lumbricoides (hampir terdapat di belahan bumi maka ia tergolong organisme kosmopolitan, tidak endemik)
  • Cacing banyak dijumpai terkhususkan di daerah yang sanitasinya kurang , tempat yang kurang higienis , tempat yang habis banjir sehingga septictank tempat kotoran meluap keluar jenis cacing ini cukup dan termasuk parasit.
  • Ascaris lumbricoides menempati usus halus dan mempunyai hobby memakan sari makanan yang ada di sekitar usus tersebut sehingga tubuhnya gembul bisa mencapai 20 - 40 cm
  • Maka cenderung orang yang terinfeksi cacing ini tubuhnya kurus , bagaimana supaya tidak kurus ? makan harus porsinya double, misalnya sarapan ya harus 2 piring , 1 piring untuk sel sel tubuh anda dan 1 piring untuk cacingnya

Cacing Pita

Manusia adalah satu-satunya inang utama dari perkembangan cacing ini . sebagai inang permanen “host definitif” untuk Taenia saginata dan Taenia solium , maka tentu ada inang sementara (Hospes) yang sebelum berada di manusia , Hospes itu adalah Ternak . Ternak bisa sapi ataupun babi ,
1. Sapi sebagai pembawa Taenia saginata
2. Babi sebagai pembawa Taenia solium

Selasa, 09 Oktober 2012

Cacing Pita Cestoda


Ciri Cestoda

  • Cestoda adalah cacing yang berbentuk pipih seperti pita yang merupakan endoparasit dan dikenal sebagai cacing pita (lihat gambar). 
  • Cacing dewasa hidup dalam usus Vertebrata dan larvanya hidup di jaringan vertebrata dan invetebrata 
  • Semua anggota Cacing kelompok Cestoda memiliki struktur pipih dan tertutup oleh kutikula ( zat lilin)
  • Cestoda disebut sebagai Cacing pita karena anggotanya berupa cacing yang bentuknya pipih panjang seperti pita.
  • CESTODA (Cacing Pita) terlihat secara morfologi : Tubuhnya terdiri dari rangkaian segmen-segmen yang masing-masing disebut Proglottid. Kepala disebut Skoleks dan memiliki alat isap (Sucker) yang memiliki kait (Rostelum) terbuat dari kitin. 
  • Pembentukan segmen (segmentasi) pada cacing pita disebut Strobilasi. 
  • Tubuhnya Cacing pita (Cestoda) memiliki tubuh bentuk pipih, panjang antara 2 - 3m dan terdiri dari bagian kepala (skoleks) dan tubuh (strobila). 
  • Kepala (skoleks) dilengkapi dengan lebih dari dua alat pengisap. Sedangkan setiap segmen yang menyusun strobila mengandung alat perkembangbiakan. Makin ke posterior segmen makin melebar dan setiap segmen (proglotid) merupakan satu individu dan bersifat hermafrodit.
  • Cacing ini biasanya hidup sebagai parasit dalam usus vertebrata dan tanpa alat pencernaan.
  • Contoh : Taenia solium Cacing pita manusia Menyebabkan Taeniasis solium. Pada skoleknya terdapat kait-kait sebagai alat pengisap yang matang menjadi alat reproduksinya. Memiliki hospes perantara Babi
  • Skoleks pada jenis Cestoda tertentu (Taenia solium ) selain memiliki alat pengisap, juga memiliki kait (rostelum)
  • Rostellum berfungsi untuk melekat pada organ tubuh inangnya.
  • Dibelakang skoleks pada bagian leher terbentuk proglotid.
  • Setiap proglotid mengandung organ kelamin jantan (testis) dan organ kelamin betina (ovarium).
  • Tiap proglotid dapat terjadi fertilisasi sendiri.dan mempunyai rumah tangga sendiri ( metameri)

Cacing Pita Kuning - Dipylidium caninum

Kucing yang terkena serangan cacing pita biasanya jarang sekali menunjukkan gejala sakit. Cacing dapat saja menyebabkan mencret, kadang-kadang disertai bercak darah.

Cacing Tambang

Cacing tambang tergolong dalam kelompok Nemathelminthes (cacing gilig) berdasarkan lapisan embryonal yang membentuk tubuhnya tergolong organisme Triploblastik Pseudocoelomata (triploblastik yang berongga semu ) sistem pencernaan sudah ada diawali dari mulut dan berakhir di anus .
  • Cacing tambang angggota Nematoda yang sering dijumpai di daerah pertambangan atau tempat yang becek ini meliputi
  1. Ancylostoma duodenale (yang terdapat di daerah Mediterenian, India, Cina dan Jepang )
  2. Necator americanus (di daerah tropis Afrika, Asia dan Amerika) adalah jenis cacing yang berbahaya dan termasuk parasit.



Bakteri Merugikan


Bakteri perusak makanan
  • Beberapa spesies pengurai tumbuh di dalam makanan.
  • Mereka mengubah makanan dan mengeluarkan hasil metabolisme yang berupa toksin (racun).
  • Racun tersebut berbahaya bagi kesehatan manusia.
Contohnya:
  • Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinin, seringkali terdapat pada makanan kalengan
  • Pseudomonas cocovenenans, menghasilkan asam bongkrek, terdapat pada tempe bongkrek
  • Leuconostoc mesenteroides, penyebab pelendiran makanan

Bakteri Streptococcus - Demam

Penyakit – penyakit yang disebabkan oleh infeksi streptokokus
  • Dari streptokokus grup a (beta hemolitik) ICD-9 034, 035, 670; ICD-10 A49.1, J02.0, A38, L01.0, A46, 085 (Radang tenggorokan disebabkan Streptokokus, Infeksi Streptokokus, demam Scarlet, Impetigo, Erisipelas, Infeksi Nifas, Demam Rematik)
Identifikasi
  • Streptokokus Grup A dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Paling banyak dijumpai adalah radang tenggorokan karena Streptokokus (ICD-10 J02.0) dan infeksi kulit oleh Streptokokus (impego atau pioderma). Penyakit lainnya termasuk demam Scarlet (ICD-10 A38), infeksi nifas (ICD-10 085), septikemia, erisipelas, selulitis, mastoiditis, otitis media, pneumonia, peritonsilitis, infeksi luka dan yang jarang terjadi yaitu necrotizing fasciitis, demam rematik dan toxic shock like syndrome. Jika terjadi suatu KLB maka salah satu bentuk klinis sering kali lebih dominan.
  • Penderita dengan radang tenggorokan yang disebabkan streptokokus ditandai dengan munculnya demam secara tiba-tiba, sakit pada tenggorokan, tonsillitis exudativa atau faringitis dan terjadi pembesaran kelenjar limfe leher bagian depan. Faring, kripte tonsil dan palatum molle berwarna merah dan bengkak, mungkin timbul petekie berlatar belakang warna kemerahan dan menyebar.

Virus dan Penyakitnya




Sebenarnya Virus itu baik kalau proses evolusi dia sudah berjalan sempurna namun karena masih dalam proses ia selalu (Always) merugikan maka dia di cap sebagai Parasit Obligat .

Sel Kanker


Kanker atau disebut juga dengan karsinoma, merupakan penyakit yang disebabkan rusaknya mekanisme pengaturan dasar perilaku sel, khususnya mekanisme pertumbuhan dan diferen siasi sel yang diatur oleh gen, sehingga faktor genetik diduga kuat sebagai pencetus utama terjadinya kanker.